STT Abdi Sabda Medan Rayakan Natal 2025: Allah Hadir Membangun Kekeluargaan dan Pembaharuan
MEDAN – Semangat kebersamaan dan kekeluargaan menguat hangat dalam Perayaan Natal Keluarga Besar STT Abdi Sabda Medan yang digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025. Acara yang bertempat di kampus STT Abdi Sabda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah pernyataan iman akan kehadiran Allah yang nyata dalam kehidupan Kampus Tabernakel. Mengusung tema nasional yang digagas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan KWI, perayaan ini menitikberatkan pada semangat pembaharuan yang berawal dari unit keluarga.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB tersebut dihadiri oleh segenap civitas akademika. Tampak hadir para pengurus Yayasan Pendukung, dosen dan pegawai baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas, serta sejumlah warga sekitar yang terdiri dari Abang tukang becak, pemulung dan masyarakat sekitar. Kehadiran mereka melukiskan sebuah mosaik indah tentang STT Abdi Sabda sebagai komunitas yang terbuka dan berpengaruh bagi lingkungannya.
Ketua STT Abdi Sabda Medan, Pdt. Berthalyna Tarigan, dalam sambutannya memberikan konteks mendalam tentang tema perayaan. Beliau menegaskan bahwa tema natal tahun ini, yang turut beliau susun bersama tim PGI, adalah hasil pergumulan dan penggodokan yang cukup lama. “Tema ini bukan hasil kerja instan. Ia lahir dari kesadaran mendalam bahwa pembaharuan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan beriman harus dimulai dari fondasi terkecil, yaitu keluarga. Jika keluarga dibaharui oleh Kasih Kristus, maka dampaknya akan meluas ke gereja, kampus, dan masyarakat,” seru beliau dengan penuh keyakinan.
Puncak acara ibadah natal diisi dengan kotbah yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Jontor Situmorang. Dengan mendalam, beliau menguraikan pesan tentang kehadiran Allah yang aktif dan menyertai STT Abdi Sabda. “Kehadiran-Nya bukanlah konsep teologis yang abstrak. Ia nyata dalam setiap langkah perkembangan kampus ini. Allah hadir untuk menolong, menguatkan, dan memastikan bahwa STT Abdi Sabda tidak hanya berkembang secara akademis dan fisik, tetapi justru semakin bertumbuh dalam semangat kekeluargaan yang alkitabiah,” tandas Pdt. Situmorang. Kotbah ini menguatkan visi bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan teologi diukur juga dari kualitas relasi dan kehangatan komunitasnya.
Semangat serupa ditegaskan oleh Ketua Panitia Natal, Pdt. Dr. Deddy Fajar Purba. Dalam laporannya, beliau menyatakan bahwa esensi natal adalah keistimewaan kasih Allah yang tak terbatas. “Semangat natal adalah pengakuan kita bahwa Allah berkenan hadir dan menolong umat-Nya. Ia tidak menjauh dalam kondisi sulit atau bahkan bencana, justru di saat itulah Ia menyatakan diri sebagai Immanuel, Allah yang menyertai. Perayaan ini adalah wujud syukur atas penyertaan Allah bagi STT Abdi Sabda,” ujar Pdt. Purba.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan meriah. Setelah ibadah dan perayaan natal yang penuh puji-pujian dan renungan, suasana semakin hangat dengan pembagian door prize yang disambut antusias oleh peserta. Salah satu highlight acara adalah pelaksanaan aksi diakonia, yang menjadi bukti nyata dari pelayanan kasih yang diajarkan di bangku kuliah. Aksi ini secara simbolis memperlihatkan komitmen STT Abdi Sabda untuk tidak hanya mencetak ahli teologi, tetapi juga pelaku-pelaku kasih yang peduli terhadap masyarakat sekitar. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama dan ramah tamah, yang menjadi momen mempererat tali persaudaraan antar generasi, antara dosen serta pegawai yang aktif dan yang sudah pensiun, serta antara kampus dan masyarakat.
Sebagai penutup, atas nama Panitia Natal STT Abdi Sabda Medan 2025, yang terdiri dari Ketua Pdt. Dr. Deddy Fajar Purba, Sekretaris Pdt. Parulihan Sipayung, Th.M, Ph.D, dan Bendahara Pdt. Merri Ulina Br. Ginting, S.Th, M.Si, Keluarga Besar STT Abdi Sabda Medan menyampaikan: “Selamat Menyambut Hari Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026. Semoga bencana cepat berlalu dan di tahun yang baru, kasih dan penyertaan Tuhan Yesus Kristus semakin melimpah dalam setiap kehidupan keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati. Salam dan Doa.”